Bersyukur

Keutamaan Bersyukur Dalam Islam dan Al-Quran

Bersyukur artinya pujian atas kebaikan. Dalam bahasa Indonesia artinya berterima kasih. Bersyukur menurut agama islam adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnul Qayyim yaitu “Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah”. (Madarijus Salikin : 2/224).

Bersyukur merupakan sifat para Nabi dimana mereka senantiasa berterima kasih pada Allah atas nikmat yang diberikan walaupun mereka diberi berbagai cobaan dan rintangan, itulah orang orang yang mulia. Allah menceritakan sifat para Nabi tersebut dalam firman Nya:

(3) ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.” (QS. Al Isra : 3)

(120) إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

(121) شَاكِرًا لِأَنْعُمِهِ ۚ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan). (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.” (QS. An Nahl : 120-121)

Sebagai umat Islam kita wajib menjalankan perintah Allah dan mengikuti teladan kebaikan yang diberikn oleh para Nabi terdahulu. Allah memberikan nikmat bukan hanya kepada para Nabi, tetapi merata kepada setiap makhluk Nya, tidak ada satupun yang hidup di dunia ini yang tidak mendapat kenikmatan dari Allah. Bahkan ujian yang diberikan oleh Allah kepada para Nabi jauh lebih berat dari ujian yang diberikan kepada manusia biasa, islam senantiasa menganjurkan untuk bersyukur, begitu banyak kebaikan yang akan diperoleh dengan bersyukur, berikut 17 keutamaan bersyukur dalam islam secara lengkap

Menjalankan Perintah Allah

Senantiasa bersyukur berarti telah menjadikan rasa syukur tersebut sebagai lahan ibadah sebab telah menjankan salah satu perintah Nya. Bersyukur merupakan salah satu perintah Allah seperti firman Nya berikut:

(114) فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (QS. An Nahl : 114).

Mengingat dan Mengakui Nikmat Allah

Sesungguhnya Allah maha mulia senantiasa memberi nikmat berupa rejeki, kesehatan, serta nikmat umur agar manusia senantiasa bersyukur. Kita sebagai manusia seluruhnya bergantung kepada Allah. Cara Mensyukuri Nikmat Allah yakni kita wajib mengakui bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah anugrah dari Allah. Lihatlah dalam keseharian, mampu bekerja dan beraktivitas karena diberi kesehatan dan jalan rezeki oleh Nya, mudah saja Allah mengambil nya dengan mudah, tetapi Allah senantiasa memberi yang terbaik untuk hamba Nya karena Allah maha penyayang.

READ:  Ingat!!! Rezeki Itu Tak Pernah Salah Alamat

(3) يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?(QS. Fathir : 3)

Mendapat Rezeki yang Berkah

Kita tak perlu iri dengan segala yang dimiliki orang lain dalam hal duniawi, misalnya masalah urusan harta. Seberapapun yang di miliki adalah yang terbaik dari Allah, jika anda bersyukur tentu anda akan mendapatkan keberkahan dari harta tersebut. Doa Pembuka Rezeki dari segala penjuru juga wajib dipanjatkan untuk lebih memperlancar keberkahan rezeki yang ada.

إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ

(17) لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al Ankabut : 17).

Jalan Menuju Surga

Orang yang mendapat ujian dan dia menerima serta menjalani dengan ikhlas maka Allah menjanjikan bagi nya surga karena rasa sabar dan rasa syukurnya tersebut.

“Sesungguhnya jika Allah menguji hamba Nya kemudian dia bersabar maka aku gantikan baginya surga. (HR. Bukhari).

Jauh dari Penyakit Hati

Bersyukur dapat menghindarkan dari berbagai penyakit hati seperti dengki, iri, dendam, dll sebab bersyukur membuat kita menerima apa adanya nikmat dari Allah dengan berharap ridho Nya tidak semata mengejar kenikmatan duniawi. Iri dan dengki dalam islam termasuk hal – hal yang dilarang. Jadi sebisa mungkin untuk menjauhinya.

Sebagai Peringatan

Allah senantiasa memberi jalan untuk berusaha, terkadang ada yang tidak mau memaksimalkannya untuk kebaikan dan menyalahkan keadaan ketika kesusahan menimpanya. Padahal itu semua sebab dari kesalahannya sendiri:

(79) مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu maka dari kesalahan dirimu sendiri.” (QS. An Nisa : 79)

Pengakuan atas Kesempurnaan Allah

Lihatlah pada tubuh anda setiap organ bekerja secara otomatis tanpa anda memerintahkannya dan hal tersebut sangat bermanfaat untuk keberlangsungan hidup anda, hal itu adalah salah satu nikmat dari Allah, betapa Allah maha sempurna dan tidak ada yang mampu menciptakn sesuatu setara dengan Nya:

(21) وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

“Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”(QS. Ad Dzaariyat : 21).

Ciri Orang yang Tawakkal

Salah satu cara tanda orang yang bertawakkal ialah berserah pada Allah setelah berusaha dan berdoa sebaik yang ia mampu, ia menyadari bahwa segala yang ia dapatkan adalah yang terbaik dari Allah:

READ:  8 Macam Rezeki Menurut Alquran yang Perlu Diketahui

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِمَّا خَلَقَ ظِلَالًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَ

(81) ابِيلَ تَقِيكُمْ بَأْسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ

“Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (QS. An Nahl : 81)

Jauh dari Sombong

Jelas dalam firman Allah tersebut bahwa segala kemampuan yang kita miliki adalah atas ijin Allah sebab itu tidak dibenarkan seorang manusia sombong atau membenarkan bahwa kemampuannya berasal dari dirinya sendiri. Sifat Sombong dalam Islam merupakan salah satu penyakit hati yang sering terjadi di masyarakat.

(78) وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl : 78)

Terhindar dari Azab

Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah bagaimana mungkin Allah akan menyiksa hamba Nya jika telah melaksanakan perintah Nya yaitu memiliki rasa iman dan rasa syukur.

(147) مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisa : 147)

Mendapat Tambahan Nikmat

Allah akan menambah nikmat bagi orang yang bersyukur, nikmat ini berlaku selama lamanya sebab dikatakan pula pada sebuah hadist “ketika engkau melihat keadaanmu tidak bertambah maka mulailah bersyukur”.

(7) وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”. (QS. Ibrahim : 7)

Bentuk Perlawanan dari Tipu Daya Syetan

Allah menjelaskan dalam firman Nya bahwa iblis senantiasa menjadikan rasa syukur sebagai sasaran tertinggi untuk menggoda manusia, dia menggoda manusia untuk jauh dari rasa syukur sebab syukur memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah:

(17) ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al A’raf : 17)

Menjadi Hamba yang Sukses di Mata Allah

Seseorang yang mmapu bersyukur dalam keadaan apapun adalah hamba yang sukses dalam hal keimanan dan akhlak di sisi Allah karena merupakan wujud dari iman nya dan menjadi bukti kesabaran bahwa dia mampu melewati berbagai ujian dan godaan syetan. Seperti dalam firman Allah pada poin sebelumnya bahwa syetan senantiasa menghalangi manusia untuk bersyukur, hanya orang taat yang mampu melawan godaan dan tipu daya syetan.

READ:  Beberapa Cara Menjadi Sukses Menurut Al Qur’an

Mendapat Keberkahan Hidup

Bersyukur membuat Allah memberikan hikmah dan keberkahan hidup, misalnya walaupun memiliki rezeki yang tidak banyak tetapi senantiasa bermanfaat untuk kehidupan sehari hari bahkan bisa membantu orang lain, dibandingkan rezeki yang banyak tetapi selalu habis oleh berbagai urusan yang tidak terduga atau sesuatu yang tidak bermanfaat.

(12) وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (QS. Luqman : 12)

15. Memberikan Kebahagiaan Hidup

Dengan bersyukur, hati akan merasa senang dan bahagia, hidup menjadi tentram karena telah menerima segala nikmat dari Allah dan merasa cukup dengan segala pemberian Nya.

فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا ۖ وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ

“Dan bertasbihlah memuji Rabb mu pada waktu waktu di malam hari dan siang hari agar kamu merasa senang.” (QS. Thaahaa : 130)

16. Mendapat Kebaikan dari Allah

Mengucap syukur dalam islam salah satunya dapat dilakukan dengan bertasbih pada Nya dengan membaca “Alhamdulillah” di setiap kesempatan, hal itu akan mendapat kebaikan dari Allah seperti hadist Rasulullah berikut “Dan barang siapa membaca Alhamdulillah sebagai tanda syukur maka baginya tiga puluh kebaikan”. (HR Bukhari).

17. Meningkatkan Keimanan

Bersyukur adalah ciri orang yang beriman, dengan bersyukur setiap kali menjalani kehidupan baik dalam kondisi lapang ataupun sempit, maka setiap rasa syukurnya tersebut akan menambah keimanannya pada Allah. Bersyukur akan membuat seseorang senantiasa memperbaiki diri, Rasulullah bersabda dalam hadist berikut “Dua hal apapbila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia di melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa di masih diberi kelebihan”. (HR Tirmidzi).

Allah memberikan begitu banyak nikmat yang tidak akan bisa dihitung, bahkan Allah berfirman dalam surat QS Ar Rahman “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” sebanyak 31 kali, menunjukkan betapa banyak nikmat Allah pada hamba Nya. Semoga kita senantiasa bersyukur dalam keadaan apapun dan mendapat keberkahan serta ridho Nya dengan rasa syukur tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *