Perang Bani Qainuqa’

Perang Bani Qainuqa’

Perang Bani Qainuqa’ adalah Perang Pertama Nabi Muhammad SAW menghadapi kaum Yahudi di Madinah. Perang di Zaman Nabi diawali dengan pelanggaran perjanjian yang telah dilakukan salah satu kabilah Yahudi yaitu Bani Qainuqa’ yang berakhir dengan menyerahnya kelompok Yahudi tersebut pada pasukan Islam dan diasingkannya mereka.

Perang dimulai pada hari sabtu 15 Syawal tahun ke-2 H dan berakhir pada awal bulan Dzulkaidah di tahun yang sama. Riwayat lain menyebutkan, sewaktu Nabi Muhammad SAW mendapat kemenangan atas Bani Qainuqa’ dan kembali ke Madinah, bertepatan dengan hari raya Idul Qurban (10 Dzulhijjah) dan beliau bersama penduduk menyelenggarakan salat Id yang pertama.

Ketika ada seorang wanita muslimah berbelanja di Pasar Bani Qainuqa, orang-orang Yahudi melecehkannya dengan meminta agar wanita tersebut menyingkap jilbabnya. Tentu saja wanita tersebut menolaknya. Kemudian seorang penjual perhiasan mengikat ujung pakaiannya tanpa dia ketahui sehingga ketika dia berdiri aurat wanita tersebut tersingkap diiringi derai tawa orang-orang Yahudi di sekitarnya. Wanita tersebut berteriak kemudian salah Seorang Sahabat datang menolong dan langsung membunuh pelakunya. Namun,kemudian orang-orang Yahudi mengeroyok dan membunuhnya.

Ketika berita ini sampai kepada Nabi Muhammad SAW, dia langsung mengumpulkan tentaranya, dan memberikan bendera perang kepada Hamzah bin Abdul-Muththalib. Lalu mereka menuju Bani Qainuqa. Ketika melihat Kaum Muslimin, orang-orang Yahudi segera berlindung di balik benteng-benteng mereka. Pasukan Rasulullah SAW mengepung mereka dengan rapat selama 15 hari pada bulan Syawal hingga awal Dzulqaidah tahun 2 Hijriah.

Akhirnya Bani Qainuqa menyerah karena ketakutan melanda mereka. Lalu mereka menyerahkan keputusannya kepada Rasulullah SAW.

Abdullah bin Ubay bin Salul dengan gaya kemunafikkannya membujuk Rasulullah SAW agar tidak membunuh mereka. Rasulullah SAW akhirnya mengusir mereka dari kota Madinah agar tidak tinggal berdampingan dengan kaum Muslimin.

READ:  Fathu Makkah: Pelajaran dari Penaklukan Kota Mekkah

Untuk lebih menunjukkan ketegasan Rasulullah SAW dalam masalah ini, dia memerintahkan untuk membunuh Ka’ab bin Al’Asyraf, seorang yahudi yang paling dengki terhadap Islam dan kaum muslimin dan secara terang-terangan sering menyakiti kaum muslimin. Hal tersebut semakin besar pengaruhnya karena dia orang terpandang di kaumnya, kaya raya dan penyair.

Tugas tersebut dilaksanakan oleh para Sahabat yang dipimpin oleh Muhammad bin Maslamah. Hal ini semakin menambah kegentaran orang-orang Yahudi bahwa Rasulullah SAW tidak segan-segan mengambil tindakan tegas jika ada yang bertindak sewenang-wenang terhadap kaum muslimin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *