Perang Usyairah

Perang Usyairah

Perang Usyairah terjadi pada bulan Jumadil Ula dan bulan Jumadil Akhir tahun kedua Hijriyah atau November dan Desember tahun 623 M. Rasulullah keluar memimpin pasukan berkekuatan 150 (dalam riwayat lain 200) orang kaum Muhajirin. Dalam hal ini bisa tidak memaksa seorang pun untuk ikut serta dalam peperangan tersebut.

Maka setelah mendengar kabar ini, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu beliau bersiap mengatur pasukan tentara kaum Muslimin sebanyak 150 orang, kemudian pada hari permulaan bulan Jumadil ‘Ula tahun kedua Hijrah, berangkatlah Nabi dengan diiringkan oleh tentaranya yang terdiri dari sahabat-sahabat Muhajirin dengan berbendera putih dan di bawa oleh sahabat Hamzah Radi-Allahu anhu. Hamzah Radi-Allahu anhu merupakan Salah Satu Sahabat Nabi.

Perang Usyairah adalah Perang yang terjadi Semasa Rasulullah. Menurut riwayat; bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sekembalinya dari Madinah tidak berselang beberapa lama, terdengarlah kabar oleh Nabi, bahwa kaum Quraisy hendak membawa barang dagangannya ke negeri Syam. Rombongan tersebut membawa 1000 unta dan membawa perdagangan seharga 50.000 dinar. Orang-orang yang mengiringinya lebih dari 30 orang dan dikepalai oleh seorang ketua Quraisy yang tidak asing lagi namanya bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan kaum Muhajirin, ialah Abu Sufyan bin Harb.

Pimpinan kaum Muslimin di Madinah ketika itu diserahkan kepada Abu Salamah bin ‘Abdul Asad. Beliau berangkat menuju ke suatu desa yang bernama ‘Usyairah. Nama ‘Usyairah ini asal mulanya nama suatu jurang didekat Yanbu’, dimana sengaja hendak menegur dan menolak gangguan kaum Quraisy, kalau-kalau mereka itu mengganggu kaum Muslimin yang berada di Madinah. Kaum Quraisy telah pergi ketika kaum muslimin sampai ditempat. Maka dari itu tentu saja ketika itu tidak terjadi pertempuran. Nabi mengadakan perjanjian perdamaian dengan kabilah Bani Mudlij ketika mereka sedang di bawah pengaruh Banu Dhamrah. Padahal Banu Dhamrah telah mengadakan perdamaian dengan dengan Nabi. Dan perjanjian Nabi dengan Banu Mudlij adalah seperti perjanjian beliau dengan Banu Dhamrah. Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersama kaum Muslimin lalu kembali (pulang) ke Madinah dengan selamat.

READ:  Perang Bani Qainuqa’

Peristiwa ini terjadi pada bulan Jumadil Akhir, enam belas bulan dari peristiwa hijrah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *